Kenali Macam Marketplace Untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan

      Komentar Dinonaktifkan pada Kenali Macam Marketplace Untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan
marketplace

Kenali Macam Marketplace Untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan – Pertumbuhan e-commer business to consumer (B2C) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang terbaik, khususnya di Asia Pasifik. Banyak pelaku yang menjalankan usaha bisnisnya dengan memanfaatkan e-commerce. Barangkali Anda salah satu yang juga ingin terjun ke dalamnya.

Khusus bagi Anda yang ingin membuka usaha bisnis Anda, tidak ada salahnya sebelumnya Anda tahu terlebih dahulu beberapa marketplace yang paling banyak digunakan dan memiliki marketplalce terbaik.

1. Bukalapak

Siapa yang tidak tahu marketplace satu ini? Namannya sudah akrab dilihat dan didengarkan. Bukalapak lahir pertamakali tahun 2010. Sebagai orang Indonesia kita perlu berbangga, karena ini buatan anak bangsa Indonesia.

Achmad Zaky adalah CEO Bukalapak. Minimal sudah ada 150.000 pelapak yang bergabung di sana, sedangkan produk yang terjual ada 1,5 juta. Proses transaksi dalam sehari, uang yang dikelola mencapai 500 juta. Para pelapak yang menjual produk mereka bisa menyantumkan harga pas.

Terkait metode pembayaran, pembeli cukup melakukan transfer seperti biasa. Sedangkan dari pihak pelapak, tidak bisa langsung menerima uangnya. Karena uang yang di transfer ditahan oleh bukalapak terlebih dahulu, yang kemudian di sebut dengan dompet viertual.

2. Tokopedia

Lebih tua setahun, tokopedia dibuat sejak 2009. Memang tokopedia bukanlah karya atau buatan Indonesia. Dari segi modal, tokopedia disebut-sebut memiliki modal mencapai 1,2 triliun. Sampai saat ini, setidaknya ada ratusan ribu penjual, dan minimal ada 3,3 juta produk aktif terpasang. Sedangkan produk yang terjual mencapai 2 juta produk diti bualannya.

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya membenarkan jumlah produk yang aktif sebanyak 3 juta produk. Daya tarik dari acara ini adalah, tokopedia tidak menarik biaya terkait penjualan-penjualan.

3. Elevania

Tidak seperti bukalapak dan tokopedia yang lebih senior. Elevania mulai diperkenalkan tahun 2014 yang lalu. Sampai saat ini saja, setidaknya ada 2 juta produk aktif yang melayani 8.000 pembeli per hari. Menariknya, perusahaan yang di Jakarta, menyediakan seller zone yang dapat digunakan untuk ruang pelatihan, guna membantu para penjual online yang masih pemula. Bedanya, khusus di elevania, mereka mengambil keuntungan dari hasil penjualan atau platrom mereka.

4. Blanja

Blanja salah satu perusahaan yang memiliki potensi besar, khususnya kepada para pesaingnya. Siapa yang tidak waswas, jika Blanja yang beroperasi pertamakali pada 2014 langsung mendapatkan 600 penjual, dan kemudian dalam waktu singkat, mereka sudah dapat menjual 1 juta produk. Khusus untuk Anda, ketika bergabung di sini, maka Anda pun akan mendapatkan keuntungannya lewat hasil penjualnya.

Cipika Store mungkin tidak banyak orang yang mengetahui marketplace cipika store. Di balik belakangnya adalah Indosat. Diluncurkan pertamakali tahun 2014 yang lalu. Fokus produk yang dijual, lebih fokus pada bahan makanan dan baju khas daerah. Jadi tidak semua barang yang dijual. Dan tentu ini akan mempengaruhi jangkauan dan target pemasaran. Pengunjung dalam sehari bisa mencapai 25.000 pengunjung.

Dari macam-macam marketplace yang bisa kamu coba, bagi kamu yang masih pemula dalam penjualan. Bagi anda yang masih penasaran, system kerja marketplace, sebenarnya system kerja marketplace sebagai pihak ketiga, jadi berperan sebagai penengah.

Dari beberapa e-commers di atas, memang tidak disebutkan kaskus, olx atau semacamnya. Karena model bisnis keduanya menggunakan model bisnis classifieds. Sedangkan blibli juga tidak disebutkan, karena fokusnya lebih ke merekrut perusahaan, dibandingkan idengan ndivdidu penjual.

Baca juga : Alasan perkembangan marketplace semakin pesat

Itulah macam-macam marketplace untuk tingkatkan keuntungan penjualan, apakah Anda meraa terbantu? Semoga dengan ulasan berikut bermafaat. Selamat mencoba dan mempraktekannya. (Elisa)