6 Cara Membuat Sistem Reseller Online

      Komentar Dinonaktifkan pada 6 Cara Membuat Sistem Reseller Online
cara membangun reseller online

6 Cara Membuat Sistem Reseller Online – Menjalankan bisnis reseller online tanpa modal kini banyak disasar. Salah satunya dengan bergabung menjadi reseller buku Deepublish. Era sekarang pasti sudah familiar dengan reseller online kan? Hampir semua produk, kini merambah ke system reseller online.

Selain lebih praktis, tentunya juga lebih menguntungkan bagi pengusaha. Alasan lain kenapa menggunakan system reseller karena memang cara ini dapat untuk me-leverage penjualan loh.

Melihat peluang dan potensi reseller yang sangat menguntungkan, tentunya kamu juga tertarik ingin membuat produk yang sama bukan? Nah pada kesempatan kali ini akan membahas bagaimana dan seperti apa sih membuat system reseller online. Langsung cek yuks.

6 Cara Membuat Sistem Reseller Online

1. Membuat Struktur Harga Reseller

Pertama, kamu bisa langsung membuat struktur harga reseller nih. Di tahap ini kamu setidaknya harus menguasai dan tahu, margin yang bisa kamu keluarkan kereseller. Misal, hanya memberikan 10%, 20% atau 30%. Ini semua sebenarnya tergantung oleh kamu, sang pemilik usaha nih.

Atau jika ingin lebih mudah, Anda bisa menggunakan ukuran rupiah. Misal memberikan margin Rp 10.000 per penjualan, atau 30.000 atau berapapun, terserah kamu. Jika kamu sanggup dan merasa baik-baik saja, kamu juga bisa memberikan 50.000. Selebihnya, tergantung dari kemantapan masing-masing pribadi.

2. Membuat Syarat Menjadi Pendaftar Reseller Online

Apakah kamu pernah menjadi anggota reseller tanpa modal? Jika pernah, pasti sudah tahu jika ingin bergabung ada syarat dan ketentuannya. Nah, sekarang juga bisa melakukan hal yang sama. Jadi kamu juga perlu membuat aturan dan syarat, yang lolos dalam jaringan tersebut, maka merekalah yang akan menjadi bagian dari anggota tim reseller kamu.

Sebelum fokus dan ingin membuka jasa reseller, kamu harus menguasai produk kamu. Pastikan produk yang kamu miliki siap untuk memproduksi banyak, atau belum. Jika belum, tidak ada salahnya jika setiap pendaftar reseller bisa langsung menjualkannya. Di tahap ini kamu juga perlu memperhitungkan aturan pembagian komisi.

Misalnya, kamu bisa menggunakan bisnis dropsiper, atau bisa juga dengan system memberikan komisi ke reseller online setelah produk tersebut terjual. Dengan demikian, keuntungan yang akan kamu dapatkan jelas. Pihak reseller pun juga baru akan mendapatkan komisi setelah produknya ada yang memesan. Atau bisa juga menerapkan system lain, misal, reseller membeli produk terlebih dahulu, setelah itu, mereka bebas membayarkan buku-buku tersebut.

3. Membuat Starter Kit

Setiap produk tentunya memiliki karakteristik berbeda dalam pembuatan starter kit. Nah, memang membuat starter kit untuk pendaftar reseller online ini penting-penting tidak. Bentuk starter kit bisa bervariasi, tergantung kamu. Ada starter kit yang berbentuk dokumen berisi katalog buku.

Tidak ada salahnya pula jika starter kit ini juga dibuat aturan. Seperti dibuat informasi dan table ongkos dari pabrik ataupun dari toko atau pabrik. Dibuatnya semua aturan ini sebenarnya memiliki satu tujuan. Yaitu memberikan informasi selengkap mungkin, agar dapat dijadikan sebagai panduan.

4. Dropship System

Selain dengan sistem reseller, Ada sistem lain yang juga banyak disukai loh. Yaitu system dropship. Alasan kenapa mereka lebih senang dengan system dropship karena mereka tinggal mengkonfirmasi ke pihak ANda sebagai supplier, jika ada pemesanan di kirim ke lokasi A, D, F dsb. Jadi mereka tidak perlu mempacking barang, jadi sudah di packing oleh pihak Suplier. Jadi penjual hanya sebagai pengiklan, dan rerata mereka mengiklankan dengan cara menjual gambar.

Cara ini sebenarnya wajar-wajar saja. Karena tugas utama reseller memang sebagai tenaga penjual produk. Mereka sebenarnya juga memiliki peran besar, yaitu melayani orderan sekaligus sebagai admin yang akan membalas semua pesan-pesan dari pelanggan.

5. Membuat Kompetisi

Agar penjualan mengalami peningkatan, maka langkah selanjutnya adalah membuat kompetisi untuk reseller. Tujuannya jelas, agar reseller tertantang dan semangat menjual produk-produk kamu. Dari segi cara menciptakan kompetisi pun sebenarnya mudah.

Jadi kamu bisa dengan memberikan bonus tambahan jika bisa menjual sesuai target. Atau bisa juga dengan memberikan bonus uang. Apapun itu, bentuk kompetisi ini lebih bersifat subjektif, tergantung dari kesenangan dan tergantung kreativitas Anda.

6. Menggunakan Fitur Google Docs

Untuk memantau hasil penjualan dari anggota reseller online, kamu bisa menggunakan fitur dari google docs. Kenapa harus menggunakan fitur ini? Jelas, karena akan membantu kamu dalam mengkoordinasi para reseller, yang notabene mereka terpisah-pisah jarak.

Jadi jangan menggunakan email, karena ketika menggunakan email, kamu akan mengalami kerja dua kali. Kenapa? Karena kamu akan memindah dan mengkopi paste. Sedangkan ketika kamu menggunakan fitur dari google docs, kamu cukup menghemat waktu dan bisa diakses oleh pihak anggota reseller ataupun dikelola sendiri.

Ketika menggunakan google docs, setidaknya ada tiga form yang dibutuhkan. Pertama, membuat form order pembelian dari konsumen umum. Kedua, tidak lupa membuat form pendaftaran menjadi reseller, yang fungsinya untuk dilakukan pendataan anggota reseller. Terakhir, ada form pembelian khusus untuk order dari reseller.

Itu tadi beberapa system cara membuat program reseller online. Jika kamu tertarik, tidak ada salahnya juga menggunakan metode cara seperti ini. Siapa tahu Anda pun nantinya akan bisa menjadi salah satu supplier buku murah yang diikuti banyak reseller. Semoga ulasan ini bermanfaat. (Elisa)

Baca juga : Keuntungan Mendaftar Reseller di Toko Buku Deepublish