Cara Membuat Katalog Perpustakaan

      Komentar Dinonaktifkan pada Cara Membuat Katalog Perpustakaan
cara membuat katalog buku perpustakaan

Cara membuat Katalog Perpustakaan – Setelah memperhatikan hal-hal sebelum membuat katalog, maka sekarang waktunya untuk mengulas cara membuat katalog perpustakaan. Seperti yang disebutkan di atas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pencatatan. Seperti cara pembuatan katalog nomor klasifikasi, taju entri utama, judul buku dan masih banyak lagi. Langsung saja, berikut akan di ulas caranya satu-satu.

Cara Membuat Katalog Perpustakaan

1. Pembuatan Nomor Klasifikasi

Cara membuat katalog perpustakaan yang pertama cara menuliskan nomor klasifikasinya. Umumnya, penulisan nomor klasifikasi ditulis di pojok kiri atas tidak jauh dengan lokasi nama pengarang. Nomor klasifikasi ditulis dengan singkaan 3 huruf saja.

Ketiga huruf tersebut diambil dari nama utama penulis yang tercantum pada katalog. Dan dituliskan menggunakan huruf capital. Setelah penulisan tiga huruf tersebut, maka dibagian bawah diketik satu huruf. Huruf tersebut diambil dari huruf pertama judul bukunya.

Contoh: Penulis: Irukawa Elisa. Judul Buku The Secret of IKIGAI. Maka penulisan 3 Huruf bisa berupa IRU. Kemudian penulisan satu huruf di bawah IRU di tuliskan huruf depan judul bukunya, “T”.

2. Pengarang

Cara membuat katalog perpustakaan kedua adalah cara menulis pengarang atau biasa yang disebut dengan tajuk entri utama. Tidak jauh berbeda, penulisan pengarang atau tajuk entri utama juga menggunakan huruf capital. Khusus penulis dari luar, umumnya nama penulis di sertai dengan penulisan nama marga atau nama panjang. Maka kamu bisa menuliskan secara dibalik. Sebagai contoh penulis Irukawa Elisa, maka penulisan menjadi Irukawa, Elisa.

Khusus buku yang ditulis lebih dari satu orang, maka dibelakang penulisan nama tersebut disertai dengan dkk. Nah, apabila buku tersebut diterjemahan, maka yang ditulis nama penerjemah, dan di belakang penulisan nama dituliskan kode buka kurung (penerj). Begitupun berlaku untuk editor buku, maka di belakang perlu dituliskan (Ed).

3. Judul Buku

Cara membuat katalog perpustakaan yang tidak kalah penting cara penulisan judul buku. Jadi penulisan judul perlu dicatat pada indensi kedua pada huruf keempat dari nama pengarang. Apabila judul tersebut memiliki sub judul, maka penulisan harus diketik setelah judul utama dengan tanda titik koma. Akan berbeda tindakan lagi jika judul terlalu panjang sampai-sampai tidak bisa ditulis dalam satu baris. Maka bisa kamu ketikan dengan cara melanjutkan penulisan ke baris kedua.

4. Imprint

Seperti yang disinggung di atas bahwa imprint meliputi kota terbit, tahun terbit dan nama penerbit. Nah, khusus penulisan imprint ini bisa kamu ketik setelah penulisan nama dan edisi. Penulisan dapat dipisahkan menggunakan jarak dua huruf. Nah untuk penulisan imprint di antara nama kota terbit dan nama penerbit cukup di beri tanda koma saja. Setelah itu baru diakhiri dengan tanda titik.

5. Kolasi

Mungkin ada yang binggung apa itu kolasi? Jadi kolasi itu meliputi table buku, bibliografi, ukuran buku, ilustrasi, indeks dan table. Penulisan kolasi ditulis setelah penulisan imprint. Jika kolasi ini terlalu panjang, lebih dari sebaris, maka kamut etap bisa melanjutkannya.

Perpustakaan yang kamu kelola buku-bukunya belum update? Saatnya update agar para pemustaka mendapatkan ilmu terbaru yang relevan dengan perkembangan zaman. Selengkapnya dapat baca di : Pengadaan Bahan Pustaka Untuk Perpustakaan

Terimakasih sudah membaca artikel tentang “Cara Membuat Katalog Perpustakaan”, selanjutnya bisa baca artikel yang lain :

Pengertian Cyberspace – Buku Tentang Internet & Komputer

Cara Mendapatkan Uang dari Meresensi Buku