Buku Delusi Moneter: Paradigma Yang Berbeda Tentang Sistem Keuangan

      Komentar Dinonaktifkan pada Buku Delusi Moneter: Paradigma Yang Berbeda Tentang Sistem Keuangan
buku delusi moneter

Delusi Moneter : Paradigma Yang Berbeda Tentang Uang, Sistem Keuangan Dan Permasalahannya – Buku berjudul delusi moneter karya Joseph Pangribuan secara garis besar akan mengulas tentang delusi moneter. Tentu saja tidak jauh dari perekoonomian dan segala permasalahan yang ada di dalamnya. Tahukah kamu jika ekonomi sebagai ilmu yang telah dikembangkan sejak tiga abad silam.

Ekonomi memiliki banyak pemikiran namun sering dianggap hanya memiliki satu kebenaran. Salah satu permasalahan ekonomie neoklasik adalah pemahaman yang salah tentang sistem keuangan atau moneter. Dimana uang diyakini berasal dari pemerintah atau bank yang kemudian sistem ekonomi melipatgandakan.

Sistem yang kita miliki pun akhirnya menjadi dasar sejumlah permasalahan dibidang ketimpangan ekonomi , kenaikan harga property yang signifikan dan juga krisis ekonomi. Permasalahan ekonomi itulah yang akhirnya menjadi sumber permasalahan sosial yang sampai sekarang banyak menimbulan konflik. Seperti kerusuhan, kriminalitas, terror hingga demonstrasi.

Buku Delusi Moneter : Paradigma Yang Berbeda Tentang Uang, Sistem Keuangan Dan Permasalahannya

Buku terbitan Deepublish ini pun tidak hanya mengulik permasalahan yang ditimbulkan di atas.  Buku ini pun juga akan mengungkapkan beberapa perspektif menarik. Apa saja? Berikut spoilernya

1. Sejarah Uang dan Bank

Di bab pertama dalam buku delusi moneter mengajak pembaca untuk menjelah lebih dalam lagi tentang sejarah uang. Mulai dari mitos barter dan gift ekonomi, uang komoditas dan  uang kertas. Seperti yang kita tahu bahwa mata uang di Indonesia memiliki dua bentuk, kerktas dan kertas.

Barulah nanti kamu pun juga akan berkenalan kenapa kehadiran bank dan uang sertifikat mulai muncul. Awalnya muncuul satu atau dua, sampai akhirnya kini menjampur hingga kemana-mana. Setidaknya di bab ini pun kamu juga akan tahu jawaban terkait alasan kemunculan bank sentral. Diantarannya sebagai pencari dana pemerintah pemberi pinjaman ke bank hingga sebagai penyelenggara kliring.

Meskipun kehadiran bank seolah memberikan solusi, dari perspektif lain pun juga ada sisik ketidakberpihakan juga. Terutama bagi orang-orang kecil, yang sulit rasanya mendapatkan uang dalam bentuk besar.

2. Sirkulasi Ekonomi

Di halaman 57 ada kalimat menarik yang penulis tulis, yang bertuliskan pendapatan petani. Katakanlah petani mampu menhasilkan 1.500 makanan peteai tersebut bekerja untuk tuan tanah. Dia menjual sebanyak 900 makanannya. Sebanyak 450 diambil oleh pengrajin alat rumah tangga. 150 oleh pedagang barang luar negeri, dan 300 diambil oleh tuan tanah. Sementara itu, sisanya sebanyak 600 digunakan sendiri oleh petani tersebut dan pekerja. Harga tiap makanan adalah 1 franc begitu juga dengan nantinya harga tiap barang kerajinan dan barang dari luar negeri.

Dari penghasilan sebanyak 900 tersebut, 300 digunakan oleh petani dan pekerja masing-masing sebesar 150 untuk membeli barang dari pengrajin dan pedagang barang luar negeri dan sisanya 600 diberikan kepada tuan rumah. Singkat cerita dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sirkulasi ekonomi dengan menambahkanperanan simpanan. Apabila semua uang tidak dibelanjakan, akan menjadi simpanan, kemudian menjadi investasi terdapat pihak lain meminjam.

Baca juga : 8 Teknik Closing Tanpa Pusing Paling Manjur

3. Uang Beredar

Buku Delusi moneter juga akan mengulas tentang pengelompokan uang dan bagaimana jumlah uang bereeda dihitung. Agar tidak ketinggalan informasi, di halaman 123 kamu juga akan mempelajari tentang mios fractional reserve banking dan uang endogen. Termasuk pula akan mempelajari tentang faktor-faktor yang dianggap dapat mempengaruhi kredit.

Faktor yang mempengaruhi kredit ternyata juga memiliki peraturannya sendiri loh. Misalnya nanti di sana ada peraturan permodalan, peraturan cadangan yang dimiliki dan mempelajari tentang window guidance serta suku bunga.

4. Suku Bunga

Membicarakan Bank, pastinya kita akrab sekali dengan yang namannya suku bunga. Setidaknya ada pengaruh terhadap suku bunga lainnya yang ingin disampaikan oleh penulis. Selain mengupas suku bunga, juga akan mengulas struktur jangka waktu suku bunga itu seperti apa dan bagaimana.

Buku delusi moneter juga akan memaparkan dana asing dan suku bunga. Termasuk pula akan mengupas tuntas tentang permasalahan dengan cara crowding out effect. Oh iya, membicarakan suku bunga, mungkin saja kamu menganggap suku bunga sekedar bunga begitu saja. Ternyata ada istilah yang namannya suku bunga negative loh. Di jelaskan pula dibab lain kenapa suku bunga kredit di Indonesianya terlalu tinggi, sehingga masyarakat miskin justru semakin terbebani dan terjerat.

5. Ketimpangan Ekonomi

Tidak dapat dipungkiri di bidang perekonomian pastinya mengalami ketimpangan perekonomian. Nah, dada dua bentuk jenis ketimpangan ekonomi, yang akan di paparkan di halaman 166. Tidak ada masalah yang muncul begit saja, ada penyebabnya.

Salah satu penyebab melebarnya ketimpangan disebabkan karena finansialisasi mendorong kenaikan utang, merger, akuisisi dan konglomerasi menjadikan asset terkonsentrasi dan inflasi yang lebih banyak di dapat kapitalis penguasaan simpanan di bank oleh segelintir pihak saja. Termasuk juga karena adannya kuantitatif easing menguntungkan segelintir pihak pula.

Adapun bentuk ketimpangan di Indonesia, misalnya terjadinyamodal sosial menjadi asset terkonsentrasi, kenaikan utang rumah tangga dan harga rumah, konsentrasi kepemilikan deposito pada segelintir pihak dan masih banyak lagi. Semuanya di bahas di buku ini.

Baca juga : Buku Metodologi Penelitian Akuntansi (teori dan Praktek)